#STOPSTRAWPLASTIC
Wadap
wadap wadap
I
wanna say hello before I starting my story about the important things. Again
and again I forget update my blog. “When I will be a commitment person to this
platform (actually for everything in life)?”. That’s the question which always show
in my mind. Anyway how we just start the story of today.
Talking
about bumi dan lingkungan, bukannya seharusnya kita sebagai masyarakat di mana
pun berada menjaga dan merawat ciptaan tuhan tersebut. Salah satu cara adalah
dengan tidak membuang sampah. Apalagi sampah plastik yang kita tau sangat sulit diuraikan. Sulit bagaimana maksudnya?.
Yes butuh 500 – 1000 tahun untuk menguraikannya. My friends did you know that
our beautiful and loving country Indonesia merupakan Negara ke-2 penghasil
sampah plastik terbesar. Rata-rata masyarakat kita menghasilkan sampah plastic sebanyak
1,29 juta ton per tahun.
Diantara
sampah plastik itu terdapat sedotan plastik. Masyarakat Indonesia rata-rata
menggunakan sedotan plastik sebanyak 93 juta per hari. Kalau sedotan-sedotan
itu kita coba sambung satu per satu maka panjangnya 16.784 km atau setara
dengan jarak dari Jakarta ke meksiko. Karena sulit diuraikan, sampah-sampah ini
akhirnya menumpuk dan biasanya malah tersebar di sekitaran lautan yang nantinya
akan terbawa air laut dan justru akan membahayakan biota laut. Kalian pasti
sudah pernah melihat video seekor penyu yang hidungnya tersumbat sampah sedotan
plastik kan.
Kalian
juga perlu tau bahwa kalaupun diurai sampah plastik terurai menjadi mikro plastik.
Mikro plastik dimakan organisme kecil di laut. Organisme kecil dimakan ikan
kecil. Lalu ikan kecil dimakan ikan yang lebih besar. Nah ikan besar biasa kita
konsumsi setiap harinya. Sebegitu berbahayanya kan teman-teman.
Oleh
karena itu alternative yang ingin saya sarankan adalah MARI KITA
#STOPSTRAWPLASTIC. Sedotan plastik bisa
kita ganti dengan sedotan yang terbuat dari stainless, kaca dan bamboo. Seperti
punya saya di gambar.
Selain
#STOPSTRAWPLASTIC, untuk mengurangi sampah plastik ada beberapa hal yang saya lakukan.
Misalnya ketika belanja di warung dekat rumah saya tidak menerima tas
plastik/kresek untuk menampung kopi dll tetapi dibawa pake tangan sendiri.
Terus kalau olahraga daripada beli-beli minuman kemasan atau yang di botol plastik,
lebih baik saya membawa tumbler yang diisi air dari rumah.

Komentar