Valentines ketemu sama mantan....... tapi bohong

Apa kabarnya para pembaca blog saya. Pasti lagi pada dinner. Because today is valentines day.
Valentines day dirayakan sama orang-orang non muslim dan yang punya special one dalam hidupnya. Atau dengan kata lain para jomblo ke laut aje.. hahaha. But its okay, saya juga kok but don’t worry. Jomblo a.k.a single is not a big deal kok. Terbukti di saya. Kita masih bisa bahagia kok with/out boyfriend. Ngomongin soal boyfriend. Beberapa hari lalu sebelum hari ini ada kejadian yang lucu plus awkward. Ceritanya kan malam-malam tidak bisa tidur jadinya buka fb. Entah darimana profilnya boyfriend (baca: mantan) muncul. Saya tidak mau bilang ini kebetulan. Tapi beberapa hari yang lalu memang mimpi soal dia. Eh besoknya muncul di facebook walopun cuma virtualnya. Hehe.

Lanjut ceritanya
Abis ngelihat profilnya akhirnya saya klik “add friends request” . Gayung bersambut si dia accept request saya tadi. Lalu kami berdua pun ngobrol di chat. Nanyain kabar dan udah begitu aja.
Satu hal yang bikin saya bangga sama diri sendiri yaitu I am growing and healing. Mungkin bagi cewe-cewe lain sungkan atau gengsi minta pertemanan duluan sama mantan. Mungkin kata mantan adalah kata paling horror yang pernah mereka dengar. Namun bagi saya semuanya tergantung. Toh sama mantan yang satu ini kami putus dahulu bukan karena pengkhianatan. Saya melepasnya agar dia bahagia. Maybe that’s sounds klise but its true. Cukup ah ngomongin mantan.

Back to me
Ketika kita merasa sedih, terluka, kecewa dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa hubungan yang sudah lama akhirnya selesai. Percayalah itu hanya akan ada di awal-awal saja. Beberapa waktu kemudian, sebulan, setahun, dua tahun semua rasa itu sirna, pergi menjauh dengan sendirinya. Dan ketika suatu hari kita mendengar lagu favorit diputar, mendengar namanya disebut kita tidak akan menangis lagi. Kita akan merasa biasa saja sama seperti sebelum mengenal dia(mantan). Itulah momen dimana kita telah sembuh dari patah hati. Kita sudah memaafkan sepenuhnya. I don’t wanna make this day become horror valentines or suram valentines. Apapula itu namanya haha. Tapi disini I just want to share to every single person bahwa memaafkan seseorang bukan berarti kita lemah dan menerima perlakuan dari mereka tapi memaafkan karena itu semua tidak penting lagi. Masa depan kita jauh lebih penting. 
Good night

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musim Nikah

Twenty Seven Years Old

F.U.C.K