Being Creator First and then Editor

Untuk menjadi seorang penulis tidaklah mudah. Terlebih untuk seseorang yang tinggal di kampung yang jauh dari penerbitan. Tapi itu dulu menjadi masalah saya sampai saya bertanya langsung dengan Ika Natasha di media sosial instagram dan akhirnya menemukan jalan keluar. Dia bilang bahwa sekarang sudah zamannya internet dimana saya bisa mengirim file(naskah) melalui email ke penerbit. Dan kalau naskah saya bagus dan cukup beruntung bisa jadi mimpi saya menjadi penulis novel akan terwujud.
Ngomong-ngomong soal naskah ada hal yang baru saya sadari. Ternyata untuk menulis apapun baik buku, skenario film dan lain-lain kita tidak hanya menjadi creator tapi juga editor dalam waktu bersamaan. Itulah yang membuat naskah yang sedang kita buat akan memakan waktu yang lama untuk selesai. Yep itu terjadi saat ini. Saya mengecek naskah saya pertama kali dibuat tanggal 26 Februari dan sekarang tanggal 26 April artinya butuh waktu 2 bulan untuk benar-benar selesai. Dan yang lucu adalah itu baru bab 1 nya kawan-kawan (hehe) juga halamannya tidak terlalu banyak.
Kemudian suatu hari saya asik nonton youtube dan menemukan sebuah video dari Ernest Prakarsa. Videonya bercerita tentang hal yang sama yang sedang saya alami. Langsunglah saya download. Di video itu Ernest bilang kurang lebih begini. Pisahkan fungsi kita sebagai creator dan editor di saat yang bersamaan ketika sedang menulis karena hal itu hanya membuat tulisan kita tidak maju-maju alias progresnya terhambat. Hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah mengejar kuantitas yaitu kita sebagai creator menulis dulu sebanyak-banyaknya. Kalau sudah lelah istirahat sebentar lalu kembali lagi saat merasa fresh. Nah saat itulah kita menjalani fungsi sebagai editor untuk tulisan kita sendiri. Kita review tulisan yang sudah dibuat tadi, diedit, dibuat lebih menarik sampai kita yakin bahwa tulisan sudah bagus. Itu namanya mengejar kualitas. Jadi kesimpulannya kuantitas first lalu kualitas.
So thanks for Ernest atas video tips itu. Saya akan belajar dari pengalaman anda.
x

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Musim Nikah

Twenty Seven Years Old

F.U.C.K